Pemkot Tangsel Catat Pendapatan Rp 8,38 Triliun dan Kemiskinan Terendah di Banten, Ini Rincian Kinerjanya

Pemkot Tangsel Catat Pendapatan Rp 8,38 Triliun dan Kemiskinan Terendah di Banten, Ini Rincian Kinerjanya
Realisasi pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan mencapai Rp 8,38 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

TANGERANG SELATAN — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi Pemkot Tangerang Selatan membeberkan hasil kerja pemerintah daerah sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan, mulai dari tata kelola pemerintahan, keuangan daerah, hingga transformasi layanan digital berbasis kecerdasan buatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, yang mewakili Wali Kota Benyamin Davnie, memaparkan capaian tersebut dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

Surplus Anggaran Rp 4,30 Triliun dan Aset Rp 31,37 Triliun

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 8,38 triliun, melampaui target yang dibebankan. Beban daerah tercatat Rp 4,02 triliun, sehingga menghasilkan surplus Rp 4,30 triliun dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp 478,59 miliar.

Total aset daerah per 31 Desember 2025 tercatat Rp 31,37 triliun. Asep menegaskan angka ini menjadi modal pembangunan berkelanjutan.

“Tahun 2025 menjadi pembuktian bagi tata kelola pemerintahan kami. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025, Tangsel berhasil masuk dalam tiga besar nasional dengan skor 3,8023 berstatus ‘tinggi’. Kami juga bangga meraih peringkat pertama nasional untuk kategori pengelolaan kinerja oleh BKN,” ujar Asep.

Investasi Rp 9,07 Triliun dan Target Stunting 7,05 Persen

Pertumbuhan ekonomi yang stabil berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Realisasi investasi pada 2024 mencapai Rp 9,07 triliun, melampaui target, dan berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke angka 5,09 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan II 2025 mencapai 5,24% secara year-on-year. Investasi pun terus mengalir melampaui target,” jelasnya.

Di sektor kesejahteraan sosial, Tangsel memegang rekor angka kemiskinan terendah di Provinsi Banten, yakni 2,36 persen. Pemkot juga meraih apresiasi sebagai Terbaik III Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

“Target kita jelas, prevalensi stunting harus turun menjadi 7,05% pada 2027,” lanjut Asep.

Tangsel One: Layanan Perizinan hingga Aduan Warga Lewat WhatsApp

Transformasi digital menjadi salah satu prioritas utama. Pemkot resmi meluncurkan platform layanan terpadu “Tangsel One” pada 30 April 2026, dengan asisten virtual bernama Helita.

Melalui platform ini, warga dapat mengakses informasi pemerintahan, menyampaikan pengaduan, hingga mengurus perizinan melalui WhatsApp tanpa harus datang ke kantor. Inovasi ini disebut menjadi lokus studi lapangan bagi pemerintah daerah lain.

“Untuk mendekatkan pelayanan, kami resmi meluncurkan Tangsel One dengan asisten virtual Helita. Warga kini bisa mengakses informasi pemerintahan, menyampaikan pengaduan, hingga mengurus perizinan melalui WhatsApp tanpa harus datang ke kantor,” ungkapnya.

Asep menutup keterangannya dengan ajakan kepada warga untuk memaknai kemerdekaan sebagai ruang refleksi bersama. “Kemerdekaan sejati berarti warga yang aktif, kritis, dan turut mengawasi jalannya pembangunan daerah. Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 RI ini sebagai ruang refleksi agar pelayanan dan pembangunan ke depan semakin tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index