JAKARTA - Di bawah terik matahari halaman kompleks Istana Kepresidenan, sebuah mandat besar bagi kedaulatan dan pelayanan publik baru saja digulirkan. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan taklimat dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2026 yang digelar pada Senin. Fokus utama dalam pertemuan tingkat tinggi ini adalah transformasi institusi keamanan agar tidak hanya tangguh secara operasional, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mendampingi Presiden dalam agenda tersebut, mengungkapkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini sangat menekankan pada aspek profesionalisme yang humanis. TNI dan Polri diminta untuk terus berevolusi menjadi lembaga yang disegani karena kekuatannya, namun dicintai karena dedikasinya kepada rakyat kecil.
Menuju Institusi yang Tangguh, Profesional, dan Merakyat
Visi Presiden Prabowo terhadap dua pilar utama keamanan negara ini sangat jelas: memperkuat fundamental organisasi. Menurut Prasetyo Hadi, Presiden menginginkan setiap personel, baik dari unsur militer maupun kepolisian, memahami jati diri mereka sebagai abdi negara yang lahir dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi tentara rakyat dan polisi yang dicintai oleh rakyat,” kata Pras saat memberikan keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh jajaran untuk kembali menengok akar pengabdian mereka di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Apresiasi Presiden Atas Peran TNI-Polri di Luar Tugas Pokok
Selain memberikan instruksi masa depan, Presiden Prabowo secara khusus memberikan apresiasi atas performa TNI dan Polri sepanjang setahun terakhir. Pemerintah mencatat bahwa kedua institusi ini telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam menangani berbagai persoalan bangsa, bahkan hingga ke tugas-tugas yang sering dianggap berada di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) konvensional mereka.
Keterlibatan aktif aparat dalam membantu penanganan krisis, bantuan sosial, hingga proyek-proyek strategis daerah dinilai telah memberikan dampak langsung yang signifikan. “Kalau kita perhatikan kan baik TNI maupun Polri memang dalam satu tahun ini banyak juga melaksanakan tugas-tugas yang mungkin selama ini dianggap di luar tupoksi, tetapi sebagai tentara rakyat, sebagai polisi rakyat, kita merasa bahwa kehadiran TNI maupun Polri itu sangat membantu masyarakat juga,” ujar Prasetyo Hadi. Presiden menegaskan bahwa komitmen seperti ini harus dipertahankan dan diletakkan di barisan terdepan dalam pelayanan publik.
Evaluasi Internal: Menjaga Soliditas dan Mempererat Barisan
Momen Rapim ini juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh. Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya mawas diri dan terus melakukan perbaikan di dalam internal organisasi. Soliditas antarlembaga menjadi penekanan utama agar tidak terjadi gesekan yang dapat merugikan kepentingan nasional. Presiden menginstruksikan agar seluruh jajaran mempererat barisan dan membuang ego sektoral.
Evaluasi ini, menurut Mensesneg, merupakan langkah strategis untuk menciptakan institusi yang lebih modern dan adaptif. “Evaluasi, tadi kan bagian dari evaluasi. Untuk menjadi TNI yang kuat, yang profesional, yang maju itu kan bagian juga dari bentuk evaluasinya untuk terus bersatu, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, dan kepentingan masyarakat,” tuturnya. Dengan semangat persatuan, TNI dan Polri diharapkan menjadi benteng pertahanan yang tak tergoyahkan dalam mengawal agenda-agenda pembangunan pemerintah.
Suasana Rapim TNI-Polri 2026 di Halaman Istana Kepresidenan
Agenda yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh lebih dari 650 peserta. Peserta terdiri dari unsur pimpinan tertinggi hingga menengah dari TNI dan Polri, serta jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih. Lokasi pelaksanaan yang dipilih di ruang terbuka kompleks Istana memberikan kesan keterbukaan dan transparansi dalam komunikasi antara Panglima Tertinggi dengan bawahannya.
Kehadiran para menteri koordinator dan menteri teknis menunjukkan bahwa agenda keamanan nasional kini telah terintegrasi dengan kebijakan politik dan pembangunan secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk menciptakan stabilitas yang menjadi prakondisi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kehadiran Tokoh Penting dan Sinergi Kabinet Merah Putih
Sejumlah pejabat teras tampak hadir memenuhi barisan undangan, menunjukkan betapa pentingnya taklimat yang disampaikan oleh Presiden kali ini. Di antara para pejabat yang hadir adalah Menko Polkam Djamari Chaniago, Wamenko Polkam Lodewijk, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang didampingi Wamenhan Donny Ermawan.
Selain itu, hadir pula Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala BRIN Herindra, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa arahan Presiden mengenai profesionalisme dan pengabdian rakyat harus diimplementasikan secara lintas kementerian dan lembaga. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi TNI dan Polri dalam menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Melalui Rapim ini, Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar agar wajah TNI dan Polri ke depan benar-benar mencerminkan institusi modern yang disegani secara profesional namun tetap memiliki hati untuk rakyat. Perbaikan internal dan penguatan pengabdian masyarakat kini menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dalam perjalanan pengabdian TNI-Polri di tahun 2026.