Dokter

Bisnis Pendidikan Kedokteran Sulteng Cetak Spesialis Guna Pemerataan Layanan Kesehatan

Bisnis Pendidikan Kedokteran Sulteng Cetak Spesialis Guna Pemerataan Layanan Kesehatan
Bisnis Pendidikan Kedokteran Sulteng Cetak Spesialis Guna Pemerataan Layanan Kesehatan

JAKARTA - Kesenjangan jumlah dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, kini mulai menemukan titik terang melalui langkah strategis pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyatakan kesiapan mendukung pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah. Inisiatif ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk memutus rantai ketergantungan pengiriman tenaga medis dari luar daerah.

Langkah ini diambil mengingat distribusi tenaga medis spesialis yang selama ini masih menumpuk di pusat kota, sementara wilayah penyangga dan pelosok seringkali mengalami kekosongan. Dengan adanya program pendidikan mandiri di tingkat provinsi, diharapkan putra-putri daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan spesialisasi tanpa harus meninggalkan wilayah mereka dalam waktu lama, sekaligus memastikan ketersediaan layanan kesehatan tingkat lanjut bagi masyarakat setempat.

Dukungan Penuh Pemprov Sulteng Terhadap Infrastruktur dan Anggaran

Komitmen pemerintah dalam menyukseskan program ini tidak hanya sebatas restu administratif, melainkan dukungan nyata pada sektor finansial dan fasilitas fisik. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 100 persen mendukung pembukaan PPDS ini. Kami siap dari sisi sarana prasarana, termasuk dukungan anggaran yang dibutuhkan baik oleh fakultas maupun rumah sakit pendidikan,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido di Palu.

Ia menyampaikan dukungan tersebut pada rapat koordinasi terkait persiapan pembukaan dan penerimaan PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Dukungan ini mencakup kesiapan RS Undata sebagai pilar utama dalam proses belajar mengajar. “RS Undata kita siapkan menjadi rumah sakit pendidikan pertama. Sarana prasarana terus dibenahi untuk mempercepat proses akreditasi agar dapat mendukung pelaksanaan PPDS dengan baik,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa standardisasi kualitas rumah sakit daerah terus ditingkatkan guna mencapai kualifikasi sebagai institusi pendidikan yang mumpuni.

Kolaborasi Strategis dan Pembukaan Tiga Program Studi Prioritas

Penyelenggaraan PPDS di FK Untad ini tidak berjalan sendiri, melainkan melalui kerja sama yang erat dengan institusi pendidikan yang sudah mapan. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sulteng dalam mendukung penuh pembukaan tiga program studi spesialis yang akan dikelola FK Untad bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, yakni Spesialis Penyakit Dalam, Bedah, serta Obstetri dan Ginekologi. Ketiga spesialisasi ini dipilih karena merupakan kebutuhan dasar dan paling mendesak di setiap rumah sakit umum daerah.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Untad, Dekan FK, serta seluruh pihak yang telah mengupayakan pendirian PPDS ini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Melalui sinergi antara Pemprov, Untad, dan Unhas, diharapkan kurikulum dan kualitas lulusan yang dihasilkan memiliki standar nasional yang sama dengan universitas-universitas besar di Indonesia, namun dengan pemahaman konteks geografis dan sosial yang lebih baik terhadap wilayah Sulawesi Tengah.

Skema Beasiswa "Berani Cerdas" dan Efisiensi Masa Studi

Terkait dengan tantangan biaya pendidikan spesialis yang seringkali mahal, Pemprov Sulteng telah menyiapkan skema bantuan finansial melalui program berkelanjutan. Sementara terkait pembiayaan peserta PPDS, ia menyebut bahwa Pemprov Sulteng telah memiliki program beasiswa Berani Cerdas yang selama ini berjalan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin.

Pemerintah juga menekankan pentingnya manajemen waktu dan anggaran agar tidak terjadi pemborosan dana publik. Ia menambahkan bahwa skema pembiayaan peserta PPDS akan dibahas lebih lanjut agar efektif dan tepat sasaran, termasuk pengaturan masa studi maksimal delapan semester agar penggunaan anggaran tetap terkontrol. Dengan batasan waktu ini, para dokter diharapkan dapat menyelesaikan studinya dengan tepat waktu dan segera kembali ke lapangan untuk melayani masyarakat.

Fokus Utama: Pemenuhan Spesialis di Wilayah 3T

Misi utama dari program ini bukan sekadar mencetak dokter ahli, melainkan menempatkan mereka di lokasi yang paling membutuhkan. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembukaan PPDS FK Untad sangat penting untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di kabupaten dan kota, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selama ini, tantangan terbesar adalah keengganan tenaga medis untuk ditempatkan di daerah terpencil karena berbagai alasan fasilitas dan jarak.

Oleh karena itu, kebijakan ini diarahkan untuk menjamin keadilan akses kesehatan bagi seluruh warga Sulawesi Tengah. “Kita ingin pemenuhan dokter spesialis ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah, khususnya di wilayah 3T,” katanya. Program ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan masyarakat di pelosok yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Palu hanya untuk mendapatkan layanan dokter spesialis tertentu.

Komitmen Pengabdian sebagai Syarat Utama Seleksi

Kualitas akademik memang penting, namun bagi Pemprov Sulteng, loyalitas terhadap daerah menjadi variabel yang tidak kalah krusial. Ia juga mengingatkan pentingnya seleksi peserta PPDS yang tidak hanya mempertimbangkan capaian akademik, tetapi juga komitmen pengabdian di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan. Skema kontrak pengabdian akan diperketat agar investasi yang dikeluarkan negara melalui beasiswa memberikan dampak balik langsung bagi masyarakat daerah.

“Tidak ada gunanya kita mendidik dokter spesialis jika setelah selesai mereka enggan kembali ke daerah. Komitmen pengabdian ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya. Penekanan ini dilakukan untuk menghindari fenomena brain drain lokal, di mana putra daerah yang telah disekolahkan justru memilih berpraktik di kota-kota besar di luar Sulteng. Karena itu, ia mengharapkan pembukaan PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako menjadi tonggak penting bagi kemandirian Sulawesi Tengah dalam mencetak dokter spesialis serta memperluas pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index