JAKARTA - Perburuan gelar juara LaLiga musim 2025/2026 semakin mengerucut pada persaingan dua raksasa abadi sepak bola Spanyol. Real Madrid menunjukkan mentalitas juara yang tak tergoyahkan saat melakoni laga tandang yang sarat tekanan. Armada Los Blancos sukses mengamankan kemenangan dari Valencia 2-0 di Stadion Mestalla, Senin. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pesan tegas kepada rival utama mereka, Barcelona, bahwa perlombaan menuju takhta juara masih sangat terbuka lebar.
Keberhasilan di markas lawan ini menjadi respons instan atas hasil positif yang diraih pesaing mereka beberapa jam sebelumnya. Raihan tiga poin tersebut membuat Madrid kembali mendekat ke puncak klasemen dengan selisih hanya satu angka dari Barcelona. Hasil ini terasa krusial bagi Madrid yang sebelumnya berada di bawah bayang-bayang tekanan setelah Barcelona lebih dulu memetik kemenangan atas Real Mallorca. Dengan margin yang sangat tipis ini, setiap pekan di sisa musim akan terasa seperti partai final bagi kedua tim.
Efektivitas Taktik di Bawah Kendali Alvaro Arbeloa
Sorotan utama dalam kebangkitan Madrid musim ini tidak lepas dari tangan dingin sang pelatih anyar. Walau tidak tampil dominan sepanjang laga, hasil ini memperpanjang tren positif Real Madrid di bawah arahan Alvaro Arbeloa yang kini meraih kemenangan dalam empat pertandingan liga beruntun sejak ditunjuk sebagai pelatih. Arbeloa tampak berhasil menyuntikkan karakter bermain yang lebih pragmatis namun mematikan, di mana efektivitas di depan gawang menjadi kunci utama saat penguasaan bola tidak sepenuhnya berpihak pada mereka.
Kedisiplinan lini belakang yang dikombinasikan dengan serangan balik cepat menjadi senjata mematikan Madrid di Mestalla. Madrid pun terus menempel ketat Barcelona dalam perburuan gelar LaLiga ke-37. Konsistensi yang ditunjukkan Arbeloa dalam empat laga terakhir memberikan optimisme tinggi bagi para pendukung Madrid bahwa transisi kepemimpinan di kursi pelatih berjalan sangat mulus dan sesuai rencana klub.
Krisis yang Semakin Mendalam bagi Valencia
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang luka bagi tuan rumah. Sementara itu, Valencia kembali harus menelan pil pahit. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, perjuangan keras dan determinasi tinggi belum cukup menghadirkan poin bagi skuad berjuluk Los Che tersebut. Mereka sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, namun kegagalan dalam penyelesaian akhir membuat mereka harus rela kehilangan poin di kandang sendiri.
Situasi bagi Valencia kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut di semua ajang. Kegagalan meraih poin di pekan-pekan krusial ini membuat posisi mereka di tabel klasemen semakin merosot. Tim yang secara historis merupakan salah satu kekuatan besar di Spanyol ini kini justru harus berjuang demi kelangsungan hidup mereka di kasta tertinggi.
Ancaman Degradasi Mengintai Los Che
Kekalahan dari Real Madrid membuat Valencia kian terpuruk dalam drama persaingan papan bawah. Hasil minor ini membuat Los Che masih terjerat ancaman degradasi, hanya berjarak satu poin dari zona merah klasemen. Tekanan psikologis kini berpindah ke bahu para pemain Valencia, di mana setiap pertandingan berikutnya akan menjadi pertaruhan harga diri untuk menghindari jatuh ke divisi kedua.
Dengan Real Madrid yang merayakan kemenangan tipis di puncak dan Valencia yang meratapi jarak tipis di dasar klasemen, pekan ke-23 LaLiga ini menegaskan betapa kejamnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Real Madrid menjaga peluang dalam persaingan menuju tangga juara LaLiga musim ini, sementara Valencia harus segera menemukan cara untuk bangkit sebelum terlambat.