TNI Amankan Stabilitas Pangan Aceh Singkil Jelang Ramadan 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:59:08 WIB
TNI Amankan Stabilitas Pangan Aceh Singkil Jelang Ramadan 2026

JAKARTA - Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada urusan pertahanan kedaulatan, tetapi juga menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan warga, yakni ketahanan pangan. Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, jajaran TNI melalui Babinsa mulai bergerak aktif untuk memastikan denyut nadi ekonomi di pasar tradisional tetap berjalan sehat tanpa adanya gangguan pasokan maupun lonjakan harga yang tak terkendali.

Langkah preventif ini diambil guna memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, dalam menyambut bulan penuh berkah. Fokus utama petugas adalah memitigasi risiko kelangkaan komoditas penting yang biasanya mengalami fluktuasi tajam seiring meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.

Aksi Babinsa Menyusuri Pasar Tradisional Sianjo-anjo

Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Sertu Liston, seorang anggota TNI yang mendedikasikan tugasnya sebagai Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah. Pada Minggu, 8 Februari 2026, ia turun langsung menyisir lorong-lorong Pasar Tradisional Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah. Dengan seragam loreng khasnya, ia tidak sekadar lewat, melainkan berhenti di tiap lapak untuk mencatat dinamika ekonomi yang sedang terjadi.

Pengecekan ini menjadi sangat krusial sebagai instrumen kontrol sosial dan ekonomi di tingkat bawah. "Dengan menyambangi para pedagang kita memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat," sebut Sertu Liston saat menjalankan tugasnya. Kehadiran figur aparat di tengah pasar ini juga secara tidak langsung menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mungkin berniat melakukan spekulasi harga.

Detail Komoditas: Memastikan Keamanan Stok Beras hingga Bumbu Dapur

Dalam sidak lapangan tersebut, Sertu Liston melakukan pengecekan secara mendetail terhadap berbagai komoditas strategis. Fokus utamanya mencakup harga beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam yang merupakan pilar utama kebutuhan dapur warga. Tidak ketinggalan, ia juga memantau pergerakan harga komoditas hortikultura seperti cabai, sayur-mayur, hingga berbagai macam bumbu dapur lainnya.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa stok yang ada di tangan pedagang mencukupi untuk kebutuhan warga beberapa minggu ke depan. "Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga maupun kelangkaan sembako yang kerap terjadi menjelang Ramadan," tegasnya. Menurutnya, pemantauan dini sangat efektif untuk memberikan data riil kepada pimpinan wilayah terkait situasi pasar apakah masih stabil atau sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan yang tidak wajar.

Dialog Interaktif dan Edukasi Higienitas kepada Pedagang

Selain bertindak sebagai pengawas, Sertu Liston juga menjalankan fungsi komunikasi sosial (komsos) dengan berdialog langsung bersama para pedagang pasar. Dialog ini bertujuan untuk menyerap aspirasi serta keluhan dari para pelaku usaha kecil mengenai kendala distribusi yang mungkin mereka hadapi. Melalui percakapan ini, didapatkan gambaran kondisi pasar secara nyata dan jujur dari sumber pertama.

Namun, tugas Babinsa tidak berhenti pada pendataan harga saja. Dalam kesempatan yang sama, ia memberikan edukasi penting mengenai standar pelayanan kepada konsumen. Para pedagang diingatkan untuk selalu menjaga kualitas barang dagangan yang mereka jual. Kebersihan menjadi poin utama yang ditekankan, baik kebersihan fisik barang yang dijajakan maupun kebersihan lingkungan pasar secara umum demi kenyamanan pembeli.

Visi Stabilitas Pangan di Wilayah Gunung Meriah

Aksi nyata yang dilakukan oleh personel Koramil 0109-03/Gunung Meriah ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi stabilitas pangan di Aceh Singkil. Pengawasan langsung secara berkelanjutan dipandang sebagai kunci agar tidak ada kekosongan stok sembako saat masyarakat mulai bersiap menyambut Ramadan. Dengan koordinasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan para pedagang, diharapkan gejolak ekonomi yang biasa terjadi setiap tahun dapat diminimalisir.

Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh umat Muslim di wilayah Kecamatan Gunung Meriah dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa harus dipusingkan oleh urusan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Kehadiran TNI dalam memantau pasar merupakan bentuk sinergitas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dimulai dari unit terkecil di tingkat desa dan kecamatan.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa hingga saat ini, ketersediaan pasokan di Pasar Sianjo-anjo masih berada dalam kategori aman. Pemerintah dan TNI akan terus bersiaga melakukan pengawasan serupa secara berkala hingga hari raya Idul Fitri mendatang, demi menjaga marwah pasar sebagai pusat ekonomi rakyat yang bersih, jujur, dan terjangkau bagi semua kalangan.

Terkini