Tren Diet Sardinemaxxing Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Risiko Kekurangan Serat

Jumat, 18 September 2026 | 00:16:31 WIB

JAKARTA — Tren sardinemaxxing mendorong seseorang mengonsumsi sarden sebanyak mungkin dengan anggapan semakin banyak dikonsumsi, semakin besar manfaat yang diperoleh. Istilah ini mengikuti pola maxxing yang mengajak memaksimalkan konsumsi makanan atau zat gizi tertentu.

Popularitas sarden sebagai bagian dari diet ekstrem bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya dikenal tren sardine fast, yakni pola makan yang hanya mengonsumsi sarden selama maksimal sekitar tiga hari untuk membuat tubuh lebih cepat memasuki kondisi ketosis.

Mengapa Diet Hanya Sarden Disebut Tidak Seimbang?

Merek kesehatan Zoe menyoroti bahwa mengonsumsi sarden saja tidak dapat disebut sebagai pola makan yang seimbang. Pola seperti ini berpotensi membuat seseorang kehilangan asupan serat yang umumnya diperoleh dari makanan nabati.

Tubuh membutuhkan beragam zat gizi yang berasal dari berbagai kelompok makanan. Menjadikan satu jenis makanan sebagai sumber utama seluruh kebutuhan nutrisi membuat komposisi pola makan menjadi tidak lengkap.

Sarden memang dapat menjadi bagian dari menu sehat, namun bukan berarti harus menggantikan seluruh jenis makanan lain.

Tren Maxxing Lain dan Risiko Konsumsi Berlebihan

Konsep maxxing tidak hanya muncul pada sarden. Di media sosial, tren serupa juga berkembang dengan protein dan serat sebagai beberapa contoh yang cukup populer. Ada pula tren yang lebih spesifik seperti livermaxxing, yang berfokus pada konsumsi hati.

Mengonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebihan tidak otomatis membuat manfaatnya semakin besar. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi jauh melampaui kebutuhan.

Konsumsi protein yang berlebihan telah dikaitkan dalam sejumlah penelitian dengan masalah kesehatan jantung dan ginjal. Begitu pula dengan serat.

Meskipun penting untuk menjaga kesehatan pencernaan, asupan serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan keluhan seperti kembung, diare, hingga sembelit. Protein dan serat tetap memiliki peran penting dalam pola makan, tapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Apa Dampak Terlalu Fokus pada Satu Makanan?

Mengandalkan satu makanan secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang mengabaikan kebutuhan nutrisi lainnya. Pada pola makan yang hanya berisi sarden, tidak ada sumber serat dari tanaman yang biasanya diperoleh melalui sayuran, buah, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Masalah serupa dapat terjadi ketika seseorang terlalu berfokus pada satu zat gizi, seperti protein. Perhatian yang berlebihan terhadap satu komponen makanan membuat kebutuhan nutrisi lain kurang diperhatikan.

Pola makan seimbang membutuhkan kombinasi berbagai jenis makanan dan zat gizi. Bukan berarti seseorang tidak boleh meningkatkan asupan protein atau serat, namun keduanya tetap perlu diimbangi dengan pemenuhan nutrisi lain.

Makanan bergizi tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Sarden memiliki kandungan nutrisi, namun manfaat tersebut tidak menjadikannya sebagai satu-satunya makanan yang dibutuhkan tubuh.

Prinsip yang sama berlaku pada tren maxxing lainnya. Tidak ada satu bahan makanan maupun zat gizi yang dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Pola makan yang sehat tetap membutuhkan keberagaman makanan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Terkini