Warga Jakarta Kini Bisa Lapor Salah Data Desil Bansos ke Dinsos Jateng

Jumat, 04 September 2026 | 02:35:02 WIB
Warga Jakarta dapat melaporkan ketidaksesuaian data desil bansos melalui Dinsos Jawa Tengah.

SUARARAKYAT.CO — Perubahan kondisi ekonomi seperti terkena bencana kebakaran atau kehilangan pekerjaan dapat menurunkan status desil sebuah keluarga. Namun tanpa pembaruan data, warga yang seharusnya tetap menerima bantuan sosial justru terputus aksesnya dari daftar penerima manfaat.

Mengapa Data Desil Bisa Tidak Sesuai Kondisi Riil

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah mengakui banyak laporan warga yang merasa masih layak menerima bansos tetapi namanya sudah tidak masuk daftar penerima. Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Jateng, Elliya Chairroh, menyebut ketidaksesuaian ini menjadi pekerjaan rumah yang terus dipantau pihaknya.

"Ada hal-hal semacam itu (akses bansos hilang akibat ketidaksesuaian desil). Dengan desil seperti hari ini, memang banyak yang merasa masih layak dapat bantuan. Tapi ternyata bantuannya dihentikan karena dia sudah tidak masuk kriteria penerima bansos," ujar Elliya, Rabu (2/9/2026).

Desil Berubah Sewaktu-waktu, Bukan Status Tetap

Elliya menekankan pengkategorian desil bersifat relatif. Keluarga yang hari ini sejahtera bisa jatuh miskin jika tertimpa musibah, dan sebaliknya keluarga penerima bansos bisa meningkat kesejahteraannya.

"Misalnya, hari ini dia kondisinya sejahtera, kemudian tiba-tiba terkena bencana seperti kebakaran, asetnya habis, kan ketika dimutakhirkan datanya kondisi dia sangat mungkin turun desilnya. Begitu juga dalam kasus sebaliknya," tuturnya.

Sifat dinamis inilah yang menurut Elliya menuntut peran aktif masyarakat. Jika kondisi ekonomi berubah, warga harus segera melapor agar datanya diperbarui sebelum pencairan bansos berikutnya.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Data Akurat

Sebagai pengelola data, Dinsos Jateng tidak bekerja sendiri. Elliya menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas sosial kabupaten/kota untuk memastikan proses pemutakhiran berjalan.

"Kami memantau terus terkait dengan ketidaksesuaian (desil). Tapi yang jelas, kami di dinas sosial provinsi kan adalah pengelola data ya. Jadi sebagai pengelola data, kami terus berkoordinasi dengan BPS dan dinas kabupaten/kota untuk mendorong dilakukannya pemutakhiran data," ungkapnya.

Dinsos Jateng juga menindaklanjuti setiap temuan atau laporan ketidaksesuaian desil yang masuk dari masyarakat. "Hari ini sebetulnya PR utamanya adalah perlunya dilakukan pemutakhiran data di level masyarakat. Jadi data itu jangan sampai tidak dimutakhirkan," tambah Elliya.

Tags

Terkini