Jasindo Perkuat Lini Asuransi Penugasan, Garap AUTP hingga Lindungi Aset Negara Rp 6.000 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:09:02 WIB
Jasindo sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara menjamin aset pemerintah pusat dan daerah senilai Rp 6.000 triliun.

DKI JAKARTA — Jasindo menempatkan diri sebagai garda depan perlindungan aset negara melalui posisinya sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN). Dalam program ini, perseroan menjamin seluruh aset pemerintah pusat dan daerah yang dikelola kementerian/lembaga, mencakup gedung, kendaraan dinas, hingga infrastruktur publik yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Di sektor pangan, perusahaan pelat merah ini juga menjalankan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Produk penugasan tersebut melindungi petani dari gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, hingga perubahan iklim—sebuah skema yang menjadi jaring pengaman bagi ketahanan pangan nasional.

Strategi Holding dan Program Pemberdayaan Lokal

Sebagai anggota ekosistem Danantara Indonesia dan Indonesia Financial Group (IFG), Jasindo mengintegrasikan inisiatif bisnisnya dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Salah satu andalannya, Program PEKEN Jasindo, dirancang untuk memperkuat kemandirian usaha mikro dan lokal melalui pendampingan manajemen risiko.

Perseroan juga mengoperasikan Narasemesta dan Satyaraga Jasindo, dua program yang berfokus pada pengembangan komunitas serta promosi gaya hidup sehat. Inisiatif ini menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.

Perlindungan Sebagai Fondasi Pertumbuhan

"Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk terus bergerak dan tumbuh bersama. Bagi Asuransi Jasindo, salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut adalah menghadirkan perlindungan agar masyarakat, pelaku usaha, petani, maupun aset strategis bangsa dapat terus menjalankan perannya dan menghadapi berbagai risiko dengan lebih siap," ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana dalam keterangan resminya, Minggu (17/8).

Brellian menegaskan bahwa literasi risiko menjadi kunci utama agar sektor usaha tidak mudah goyah saat terjadi gejolak ekonomi. Menurutnya, perlindungan asuransi bukan sekadar produk finansial, melainkan infrastruktur sosial yang memungkinkan pelaku ekonomi berani berinovasi dan berekspansi.

Dengan cakupan yang mencakup petani di daerah sentra produksi hingga aset strategis pemerintah, Jasindo berharap kontribusinya mampu menekan potensi kerugian fiskal akibat bencana atau kecelakaan operasional yang tidak terduga.

Proyeksi Peran BUMN Asuransi ke Depan

Ke depan, perseroan diproyeksikan semakin agresif dalam menggarap segmen asuransi penugasan seiring meningkatnya kesadaran pemerintah akan pentingnya mitigasi risiko. Sinergi internal di bawah holding IFG juga dinilai akan memperkuat kapasitas underwriting Jasindo dalam menangani risiko berskala besar.

Peran strategis ini menjadikan Jasindo tidak hanya sebagai penjual polis, tetapi juga mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Tags

Terkini