5 Artikel Pilihan: Rampingkan BUMN ala Prabowo, 8 Jam Pasien BPJS Menunggu, dan Bahaya Menormalisasi OCD

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:51:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, 14 Agustus 2026.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengaku baru mengetahui jumlah pasti BUMN setelah dilantik. Dalam pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada 14 Agustus lalu, ia mengira jumlahnya hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Faktanya, mencapai 1.074.

Celios menilai wacana ini disampaikan sepihak dan sulit diuji kebenarannya oleh publik. "Tidak transparan," demikian inti kritik lembaga kajian ekonomi tersebut terhadap rencana pemerintah yang juga akan mengusut direksi BUMN terdahulu.

Pasien BPJS Menunggu 8 Jam di Rumah Sakit, Tak Berani Bersuara

Kisah Yurizal Tri Chaerawan viral di media sosial pada 22 Juli 2026 lalu. Ia mengaku harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di sebuah rumah sakit, namun memilih tidak menyebut nama fasilitas kesehatan tersebut.

Kehati-hatian Yurizal menyiratkan keresahan yang lebih dalam. "Seolah-olah status sebagai pasien BPJS membuatnya tidak cukup berhak untuk bicara lebih tegas," tulisnya dalam utas yang kemudian ramai diperbincangkan.

Kekerasan Rumah Tangga dan Keputusan Berani Seorang Ibu

Dania, 35 tahun, menjadi contoh nyata bahwa perceraian bukan akhir dari segalanya. Karyawan jasa penatu di Depok, Jawa Barat, ini menggugat cerai mantan suaminya setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan fisik dan penelantaran ekonomi.

"Buat apa kak bertahan? Orang nyakitin doang. Udah gitu enggak ngasih nafkah cukup," ujar Dania kepada media pada 12 Agustus lalu. Selepas bercerai, ia merantau ke Depok untuk memulai hidup baru dan optimistis bisa lebih bahagia meski harus menanggung beban ekonomi sendirian.

Youtuber Bigmo Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur untuk Promosi Vape

Nama Muhammad Jannah alias Bigmo kembali mencuat setelah beredar laporan yang menyebutkan dirinya melibatkan anak di bawah umur dalam promosi rokok elektrik. Kasus ini memicu kekhawatiran publik akan maraknya iklan produk tembakau alternatif yang menyasar kalangan muda.

Di sisi lain, sosok Nadirah, Wakil Presiden Himpunan Muslim di kampusnya, hadir sebagai representasi dialog lintas iman. Perempuan yang lahir dari ayah Melayu Malaysia dan ibu Tionghoa Singapura ini aktif menanamkan rasa saling menghormati ruang pribadi setiap pemeluk agama di lingkungan kampusnya.

Stigma OCD: Antara Candaan dan Gangguan Mental yang Serius

Fenomena penggunaan istilah OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) dalam percakapan sehari-hari kerap disepelekan. Celetukan seperti "kamar lo berantakan banget, OCD gue kambuh" atau "kosan lo jorok banget, jadi OCD ngeliatnya" sering dilontarkan sebagai bahan candaan tanpa memahami esensi gangguan mental tersebut.

Padahal, OCD adalah gangguan kejiwaan serius yang ditandai dengan pikiran obsesif dan dorongan kompulsif yang tidak dapat dikendalikan penderitanya. Normalisasi istilah medis untuk bahan lelucon justru berpotensi meremehkan penderita yang membutuhkan penanganan profesional.

Tags

Terkini